IPA Kelas 8 Semester 2 Pertemuan 10 - Membedakan Perubahan Fisika dan Perubahan Kimia
IPA Kelas 8 Semester 2 Pertemuan 10 - Membedakan Perubahan Fisika dan Perubahan Kimia
Selamat hari ini, Tiara! Hari ini kita akan belajar tentang bagaimana benda-benda di sekitar kita berubah. Ada benda yang bentuknya berubah tetapi jenis zatnya tetap sama, namun ada juga benda yang berubah total hingga menjadi zat baru yang tidak bisa kembali seperti semula. Mari kita gunakan indra peraba, penciuman, dan perasa kita untuk menyelidikinya selama 70 menit ke depan!
Informasi Kurikulum
- Capaian Pembelajaran: Peserta didik mampu mengklasifikasikan zat berdasarkan karakteristiknya serta membedakan perubahan fisika dan perubahan kimia.
- Tujuan Pembelajaran: Peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri perubahan fisika dan perubahan kimia melalui gejala yang dapat dirasakan indra.
- Alur Tujuan Pembelajaran: Memahami konsep sifat fisika dan kimia, mengamati perubahan bentuk zat, serta mendeteksi tanda-tanda reaksi kimia (suhu dan bau).
- Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu membedakan perubahan fisika dan kimia dari tiga contoh kejadian di rumah serta menjelaskan ciri gejalanya secara mandiri.
Landasan
Setiap materi memiliki "identitas" berupa sifat fisika (yang melekat pada fisiknya seperti wujud dan kelarutan) dan sifat kimia (kemampuan berinteraksi menghasilkan zat baru seperti mudah terbakar atau berkarat). Berdasarkan Hukum Kekekalan Massa, atom-atom dalam perubahan kimia tidak hilang, melainkan hanya menyusun ulang dirinya menjadi ikatan baru. Memahami perubahan ini membantu kita menjaga kualitas makanan, mencegah karat, hingga memahami proses memasak di dapur.
Materi Utama: Dua Cara Zat Berubah
Tiara, untuk membedakannya dengan mudah, mari kita fokus pada hasil akhir perubahannya: Apakah muncul zat baru atau tidak?
1. Perubahan Fisika (Hanya Berubah Wujud atau Bentuk)
Pada perubahan fisika, benda hanya berubah bentuk luar atau wujudnya saja, tetapi sifat dasar zatnya tidak berubah dan **bisa kembali ke bentuk semula** (reversible).
- Gejala Taktil: Teksturnya mungkin berubah dari keras menjadi cair, atau dari besar menjadi bubuk halus, tetapi rasanya tetap sama.
- Contoh Mudah:
- Es batu yang mencair (tetaplah air, jika dibekukan lagi akan menjadi es kembali).
- Gula batu yang ditumbuk menjadi halus (wujudnya jadi bubuk, tapi rasanya tetap manis gula).
- Kain yang dipotong dan dijahit menjadi baju (zatnya tetaplah kain).
2. Perubahan Kimia (Menghasilkan Zat yang Benar-Benar Baru)
Pada perubahan kimia, zat asli bereaksi dan berubah menjadi zat baru yang sifatnya sangat berbeda dari aslinya, serta **tidak bisa kembali lagi ke bentuk semula** (irreversible).
- Gejala yang Bisa Dirasakan: Biasanya ditandai dengan munculnya bau menyengat, perubahan suhu (menjadi hangat/panas), munculnya gas (gelembung), atau perubahan rasa total.
- Contoh Mudah:
- Kertas yang dibakar menjadi abu (abu tidak bisa diubah kembali menjadi kertas, ada bau asap yang menyengat).
- Sumbu lilin yang menyala (terasa panas dan mengeluarkan bau hangus).
- Paku besi yang berkarat (jika diraba permukaannya menjadi kasar, rapuh, dan menyisakan bubuk cokelat di tangan).
- Nasi yang basi (teksturnya menjadi berlendir dan baunya berubah menjadi asam/busuk).
Aktivitas Eksplorasi Mandiri (Sesi 30 Menit)
Mari kita uji indra peraba dan penciumanmu dengan eksperimen sederhana di bawah pengawasan orang dewasa:
- Eksperimen Perubahan Fisika (Meremas Kertas): Ambil selembar kertas bekas yang rata. Raba permukaannya yang halus. Sekarang, remas kertas itu kuat-kuat hingga menjadi bola kertas kecil. Raba kembali permukaannya yang kini menjadi berkerut dan kasar. Meskipun bentuknya berubah dari lembaran menjadi bola berkerut, ia tetaplah kertas. Ini adalah **Perubahan Fisika**.
- Eksperimen Perubahan Kimia (Mendeteksi Karat): Cari paku atau pagar besi tua yang berkarat di sekitar rumah. Raba permukaannya dengan hati-hati. Rasakan bagian yang berkarat akan terasa kasar, bersisik, dan meninggalkan serbuk tajam di jarimu, berbeda dengan besi baru yang licin dan keras. Besi telah berubah menjadi zat baru bernama besi oksida. Ini adalah **Perubahan Kimia**.
- Eksperimen Penciuman (Sumbu Lilin): Mintalah bantuan untuk menyalakan sebatang lilin selama satu menit, lalu tiup hingga padam. Dekatkan hidungmu dengan jarak aman ke ujung sumbu yang baru dipadamkan. Kamu akan mencium bau gosong yang khas dari karbon yang terbakar. Sumbu yang hitam itu tidak bisa kembali jadi putih. Ini adalah **Perubahan Kimia**.
Refleksi dan Evaluasi
Setelah merasakan perbedaan meremas kertas dan meraba karat, mari kita simpulkan. Silakan Tiara jawab pertanyaan berikut:
- Ketika Tiara meremas selembar kertas menjadi gumpalan bulat, apakah gumpalan tersebut masih bisa dibuka dan diratakan kembali mendekati bentuk semula? Termasuk perubahan manakah peristiwa ini?
- Saat memasak di dapur, ibu memotong-potong tempe mentah, lalu menggorengnya hingga matang dan kering. Raba tekstur tempe mentah (empuk) dan tempe goreng (keras/garing), lalu cium aroma tempe goreng yang gurih. Menurutmu, proses menggoreng tempe termasuk perubahan fisika atau kimia? Jelaskan alasanmu.
- Sebutkan satu tanda atau gejala yang bisa Tiara rasakan menggunakan indra penciuman atau kulit (suhu) ketika suatu benda mengalami perubahan kimia.
Komentar
Posting Komentar