Bahasa Indonesia Kelas 8 Semester 2 Pertemuan 10 - Seni Merendah Diri dan Penegasan Kata
Bahasa Indonesia Kelas 8 Semester 2 Pertemuan 10: Seni Merendah Diri dan Penegasan Kata
Salam Pembuka
Selamat hari ini, Tiara!
Tidak terasa kita sudah berada di penghujung semester. Hari ini adalah pertemuan kesepuluh kita. Sebelum kita menutup bab gaya bahasa ini, kita akan mempelajari sepasang majas terakhir yang sering sekali kita dengar dalam percakapan sehari-hari. Mari kita selesaikan petualangan bahasa ini dengan semangat!
Informasi Kurikulum
- Capaian Pembelajaran (CP): Peserta didik mampu memahami, mengolah, dan menggunakan kata-kata atau diksi dalam berbagai konteks komunikasi secara tepat.
- Tujuan Pembelajaran (TP): Siswa mampu memahami penggunaan majas Litotes untuk kesopanan/merendah diri dan majas Pleonasme sebagai penegasan.
- Alur Tujuan Pembelajaran (ATP): Mengulang sekilas materi Repetisi dan Eufemisme, serta mengidentifikasi penggunaan kata yang berlebihan (pleonasme) dalam kalimat sehari-hari.
- Kriteria Ketercapaian (KKTP): Siswa mampu mengenali maksud tersembunyi dari kalimat Litotes dan memperbaiki kalimat Pleonasme yang kurang efektif.
Tinjauan Materi Sebelumnya (Review)
Mari kita hangatkan ingatan kita tentang materi minggu lalu:
- Repetisi (Pengulangan): "Kamu harus berani, kamu harus kuat, dan kamu harus maju!" (Mengulang kata untuk memberi semangat).
- Eufemisme (Penghalusan): "Ibu guru izin ke belakang sebentar." (Menggunakan kata yang lebih sopan untuk menggantikan kata kamar mandi).
Materi Utama: Majas Litotes dan Pleonasme
1. Majas Litotes (Si Rendah Hati)
Majas Litotes adalah gaya bahasa yang digunakan untuk mengecilkan atau merendahkan sesuatu, padahal kenyataannya tidak seperti itu. Tujuannya adalah untuk menjaga kesopanan atau tidak ingin terkesan sombong (merendah diri).
- Contoh 1: "Silakan mampir ke gubuk kami yang reyot ini." (Padahal rumahnya bagus dan bersih).
- Contoh 2: "Makanlah seadanya dengan lauk garam ini." (Padahal makanannya lengkap dan enak).
- Contoh 3: "Terimalah hadiah yang tidak berharga ini." (Padahal hadiahnya dipersiapkan dengan baik).
2. Majas Pleonasme (Si Kata Berlebih)
Majas Pleonasme adalah penggunaan kata-kata yang sebenarnya tidak perlu karena maknanya sudah terkandung dalam kata sebelumnya. Majas ini digunakan untuk memberikan penegasan yang sangat kuat, meskipun dalam tulisan ilmiah hal ini dianggap pemborosan kata.
- Contoh 1: "Mari kita naik ke atas." (Kata "naik" sudah pasti arahnya "ke atas", tidak mungkin ke bawah).
- Contoh 2: "Semua siswa diminta mundur ke belakang." (Kata "mundur" sudah pasti arahnya "ke belakang").
- Contoh 3: "Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri kejadian itu." (Melihat sudah pasti menggunakan mata).
Latihan Mandiri dan Kunci Jawaban
Mari kita uji logika bahasamu melalui tantangan berikut. Jawab dulu, baru lihat kuncinya ya!
Pertanyaan:
- Jika seseorang yang mengendarai mobil baru yang mewah berkata, "Maaf, saya hanya punya kereta tua ini," majas apa yang ia gunakan?
- Perbaiki kalimat boros berikut agar menjadi kalimat yang efektif: "Darah merah mengalir dari lukanya."
- Apa maksud asli seseorang ketika ia berkata, "Jangan sungkan, silakan cicipi masakan saya yang kurang bumbu ini"?
Kunci Jawaban:
- 1. Majas Litotes (merendahkan kenyataan demi kesopanan).
- 2. "Darah mengalir dari lukanya." (Dihilangkan kata "merah" karena semua darah normal berwarna merah, sehingga termasuk Pleonasme).
- 3. Maksud aslinya adalah mengundang dengan sopan untuk menikmati masakan yang sudah ia buat dengan baik (merendah).
Referensi Tambahan
Untuk mempelajari lebih dalam tentang efektivitas kalimat dan gaya bahasa, silakan akses:
Refleksi
Tiara, di antara majas Litotes (merendah) dan majas Ironi (menyindir) yang kita pelajari beberapa minggu lalu, mana menurutmu yang lebih sering kamu dengar dalam percakapan orang-orang di sekitarmu?
Komentar
Posting Komentar