PPKN Kelas 8 Semester 2 Pertemuan 5 Kongres Pemuda Jembatan Persatuan
Pertemuan 5: Jembatan Persatuan - Kongres Pemuda I dan II
Selamat hari ini, Tiara!
Minggu lalu kita telah melihat bagaimana pemuda-pemuda dari berbagai daerah membentuk organisasi kedaerahan mereka sendiri. Hari ini, kita akan mempelajari momen besar saat ego kedaerahan mulai luruh dan berubah menjadi semangat kebangsaan melalui rangkaian Kongres Pemuda.
Informasi Kurikulum
- Capaian Pembelajaran (CP): Peserta didik mampu menceritakan latar belakang dan sejarah sumpah pemuda sebagai ikatan pemersatu bangsa Indonesia.
- Tujuan Pembelajaran (TP): Menjelaskan jalannya Kongres Pemuda I dan II serta hasil-hasil penting yang dicapai bagi persatuan bangsa.
- Alur Tujuan Pembelajaran (ATP): Mengidentifikasi perbedaan tujuan Kongres Pemuda I dan II, serta menghargai proses terciptanya lagu Indonesia Raya.
- Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP): Siswa mampu membedakan hasil Kongres Pemuda I dan II serta menyebutkan peran W.R. Supratman dalam Kongres Pemuda II.
Bagian Landasan
Landasan semangat kita hari ini adalah Pasal 32 Ayat 1 UUD 1945 yang menyatakan bahwa negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia. Semangat ini lahir dari keberanian para pemuda di tahun 1920-an yang berani melintasi perbedaan suku dan bahasa demi satu identitas nasional.
Semboyan penting dalam masa ini adalah: "Bhinneka Tunggal Ika". Walaupun pada saat itu belum menjadi semboyan resmi negara, namun jiwa dari "berbeda-beda tetapi satu" sudah mulai dipraktikkan dalam meja-meja kongres.
Materi Utama: Menuju Satu Wadah Persatuan
Setelah berbagai organisasi pemuda seperti Jong Java dan Jong Sumatranen Bond berdiri, mereka mulai sadar bahwa perjuangan tidak akan menang jika masih terpecah-pecah. Inilah yang mendorong diadakannya rapat besar tingkat nasional.
1. Kongres Pemuda I (1926)
Berlangsung pada 30 April hingga 2 Mei 1926 di Jakarta. Dipimpin oleh M. Tabrani. Meskipun belum mencapai kesepakatan untuk meleburkan organisasi menjadi satu, kongres ini berhasil melahirkan kesepakatan besar: mengakui bahwa kemerdekaan Indonesia adalah cita-cita bersama dan bahasa Indonesia disiapkan sebagai bahasa persatuan.
2. Kongres Pemuda II (1928)
Dua tahun kemudian, tepatnya pada 27-28 Oktober 1928, diselenggarakan Kongres Pemuda II oleh PPPI (Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia). Di sinilah sejarah besar tercipta. Ada dua hal monumental selain teks Sumpah Pemuda:
- Lagu Kebangsaan: Untuk pertama kalinya, lagu Indonesia Raya diperdengarkan secara instrumental melalui gesekan biola W.R. Supratman.
- Bendera: Bendera Merah Putih diakui sebagai identitas bersama yang membakar semangat persatuan.
3. Makna bagi Kita Saat Ini
Persatuan bukan berarti menghilangkan perbedaan, melainkan mencari persamaan di atas perbedaan tersebut. Para pemuda 1928 telah memberi contoh bahwa meski berasal dari pulau yang berbeda, mereka memiliki mimpi yang sama.
Referensi Sumber (Wikipedia)
Untuk mendalami detail pertemuan sejarah ini, silakan akses tautan berikut:
Refleksi dan Evaluasi
Tiara, coba renungkan perjuangan menyatukan bangsa ini melalui pertanyaan di bawah ini:
- Menurutmu, apa tantangan tersulit yang dihadapi para pemuda saat ingin menyatukan organisasi yang berbeda-beda daerah pada tahun 1926?
- Bagaimana perasaanmu saat mendengar sejarah bahwa lagu Indonesia Raya pertama kali dimainkan hanya dengan biola tanpa lirik demi menghindari larangan penjajah?
- Sebutkan satu contoh kegiatan di sekolahmu yang menunjukkan semangat persatuan di antara perbedaan suku atau asal daerah teman-temanmu!
Komentar
Posting Komentar