IPS Kelas 8 Semester 2 Pertemuan 5: Masa Kekuasaan Inggris di Indonesia dan Kebijakan Raffles

IPS Kelas 8 Semester 2 Pertemuan 5: Masa Kekuasaan Inggris di Indonesia dan Kebijakan Raffles

Selamat hari ini, Tiara!

Setelah kita membahas kekejaman sistem kerja rodi pada masa Daendels, hari ini kita beralih ke masa ketika bendera Inggris berkibar di Nusantara. Kita akan mengenal Thomas Stamford Raffles, seorang pemimpin yang membawa pendekatan yang sangat berbeda, meskipun tetap dalam bingkai kolonialisme.

Informasi Kurikulum

  • Capaian Pembelajaran (CP): Peserta didik mampu menganalisis kronologi, perubahan, dan kesinambungan dalam kehidupan bangsa Indonesia pada masa kolonial dan perlawanan bangsa Indonesia.
  • Tujuan Pembelajaran (TP): Menganalisis kebijakan pemerintah kolonial Inggris di Indonesia dan pengaruhnya terhadap masyarakat.
  • Alur Tujuan Pembelajaran (ATP): Mengidentifikasi latar belakang penyerahan kekuasaan dari Belanda ke Inggris (Kapitulasi Tuntang) dan mendeskripsikan kebijakan sistem sewa tanah (Landrent).
  • Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP): Siswa dapat menjelaskan konsep sistem sewa tanah dan menyebutkan minimal dua peninggalan Raffles dalam bidang ilmu pengetahuan di Indonesia.

Landasan Pengetahuan

Perubahan kekuasaan sering kali membawa perubahan cara pandang terhadap rakyat. Jika sebelumnya rakyat dipandang sebagai tenaga kerja paksa, pada masa ini muncul gagasan untuk menjadikan rakyat sebagai penyewa tanah negara. Sejarah mengajarkan kita bahwa kebijakan ekonomi yang tidak sesuai dengan budaya masyarakat setempat sering kali menemui kegagalan, betapapun modern kedengarannya.

Materi Utama: Era Raffles dan Upaya Modernisasi Kolonial

1. Kapitulasi Tuntang (1811)

Inggris berhasil mengalahkan pasukan Belanda di Jawa, yang kemudian diakhiri dengan perjanjian bernama Kapitulasi Tuntang. Sejak saat itu, Nusantara resmi berada di bawah kekuasaan Inggris. Pemimpin Inggris di Jawa adalah Letnan Gubernur Thomas Stamford Raffles.

2. Sistem Sewa Tanah (Landrent System)

Kebijakan ekonomi Raffles yang paling fenomenal adalah Sistem Sewa Tanah. Raffles berpendapat bahwa semua tanah yang ada di Nusantara adalah milik negara (pemerintah Inggris). Oleh karena itu, rakyat harus membayar sewa jika ingin menggarap tanah tersebut.

Ada tiga prinsip utama dalam sistem ini:

  • Penyerahan wajib dan kerja rodi dihapuskan (meskipun dalam praktiknya masih sering terjadi secara terbatas).
  • Rakyat diberikan kebebasan untuk menanam tanaman komoditas ekspor.
  • Pajak atau sewa tanah harus dibayarkan secara perorangan dan menggunakan uang tunai, bukan dengan hasil bumi lagi.

Sistem ini menemui kegagalan karena rakyat belum terbiasa dengan sistem uang tunai dan birokrasi yang rumit.

3. Peninggalan Ilmu Pengetahuan

Berbeda dengan Daendels yang militeristik, Raffles memiliki minat yang besar terhadap sejarah dan ilmu pengetahuan di Indonesia. Beberapa peninggalannya antara lain:

  • Menulis buku sejarah berjudul The History of Java yang mendokumentasikan budaya Jawa secara mendalam.
  • Merintis pendirian Kebun Raya Bogor sebagai pusat penelitian tanaman tropis.
  • Menemukan kembali Candi Borobudur yang saat itu masih tertimbun tanah dan semak belukar.
  • Memberikan nama bunga bangkai raksasa dengan nama Rafflesia Arnoldii.

4. Deskripsi Naratif: Suasana di Masa Raffles

Tiara, coba kita bayangkan suasana di sebuah desa pada masa itu. Raffles mencoba mengubah kebiasaan rakyat dari yang biasanya dipaksa bekerja, menjadi petani mandiri yang harus menghitung uang untuk membayar pajak. Di sisi lain, para ilmuwan Inggris mulai mendata kekayaan alam kita. Kita bisa membayangkan aroma tanah yang digali saat Candi Borobudur mulai dibersihkan, atau aroma tajam dari bunga Rafflesia yang baru ditemukan di hutan Sumatra.

Refleksi dan Evaluasi

Mari kita renungkan perbedaan masa ini melalui beberapa pertanyaan berikut:

  1. Menurut pendapat kita, mengapa sistem pembayaran pajak dengan uang tunai sulit diterapkan oleh rakyat pada masa itu?
  2. Apa keuntungan yang kita dapatkan sebagai bangsa dari minat Raffles terhadap ilmu pengetahuan dan sejarah Indonesia?
  3. Jika kita bandingkan, mana yang lebih memberatkan rakyat: sistem kerja rodi Daendels atau sistem sewa tanah Raffles? Berikan alasanmu secara kritis.

Daftar Pustaka

  • Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2021. Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP Kelas VIII. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
  • Raffles, Thomas Stamford. 2008 (Reprint). The History of Java. Yogyakarta: Narasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IPA Kelas 8 – Pertemuan 6: Jaringan pada Hewan (Jenis, Ciri, dan Fungsi)

IPA Kelas 8 – Pertemuan 3: Perbandingan dan Peran Makhluk Hidup Bersel Satu dan Banyak

Seni Budaya Kelas 8 – Pertemuan 3: Jenis Dinamika dalam Musik