PPKN Kelas 8 Semester 2 Pertemuan 4 Menuju Sumpah Pemuda Organisasi Kedaerahan
Pertemuan 4: Tunas Bangsa - Munculnya Organisasi Pemuda Kedaerahan
Selamat hari ini, Tiara!
Minggu lalu kita telah mengenal para tokoh besar. Hari ini, kita akan melihat bagaimana semangat para tokoh tersebut menular kepada para pemuda. Kita akan mempelajari masa di mana pemuda-pemuda dari berbagai pulau mulai berkumpul dan membentuk perkumpulan mereka sendiri.
Informasi Kurikulum
- Capaian Pembelajaran (CP): Peserta didik mampu menceritakan latar belakang dan sejarah sumpah pemuda sebagai ikatan pemersatu bangsa Indonesia.
- Tujuan Pembelajaran (TP): Mengidentifikasi berbagai organisasi kepemudaan kedaerahan yang terbentuk sebelum peristiwa Sumpah Pemuda.
- Alur Tujuan Pembelajaran (ATP): Menjelaskan latar belakang berdirinya Tri Koro Dharmo, menyebutkan contoh organisasi pemuda kedaerahan, dan menganalisis pergeseran semangat dari kedaerahan menuju persatuan nasional.
- Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP): Siswa mampu menyebutkan minimal tiga organisasi pemuda kedaerahan dan menjelaskan maksud dari semboyan Tri Koro Dharmo.
Bagian Landasan
Landasan semangat kita hari ini adalah Pasal 1 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, yang menyatakan bahwa pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan. Sejarah membuktikan bahwa pertumbuhan bangsa ini digerakkan oleh dinamika para pemudanya.
Salah satu kalimat penyemangat bagi pemuda adalah: Beri aku sepuluh pemuda, maka akan kuguncangkan dunia. Kalimat ini menunjukkan betapa besarnya potensi yang dimiliki oleh kelompok pemuda jika mereka bersatu.
Materi Utama: Awal Mula Pergerakan Pemuda
Setelah Boedi Oetomo berdiri, para pemuda (khususnya pelajar) merasa perlu memiliki wadah sendiri untuk beraspirasi. Namun, pada awalnya mereka masih berkelompok berdasarkan daerah asal atau suku bangsa.
1. Tri Koro Dharmo (Tiga Tujuan Mulia)
Didirikan pada 7 Maret 1915 di Jakarta oleh Satiman Wirjosandjojo. Organisasi ini adalah organisasi pemuda pertama. Nama Tri Koro Dharmo berarti Tiga Tujuan Mulia, yaitu: Sakti (kekuasaan/kecerdasan), Boedi (kebijakan), dan Bakti (kasih sayang). Pada tahun 1918, organisasi ini berubah nama menjadi Jong Java agar bisa merangkul pemuda dari seluruh Jawa.
2. Bermunculannya Organisasi Kepemudaan Lain
Langkah Jong Java segera diikuti oleh pemuda dari daerah lain. Beberapa di antaranya yang sangat aktif adalah:
- Jong Sumatranen Bond: Persatuan pemuda Sumatra yang berdiri tahun 1917. Tokoh terkenalnya adalah Mohammad Hatta dan Mohammad Yamin.
- Jong Ambon: Wadah bagi para pemuda dari wilayah Maluku.
- Jong Celebes: Organisasi bagi pemuda yang berasal dari Sulawesi.
- Sekar Roekoen: Organisasi pemuda bagi pelajar asal tanah Sunda.
3. Dari Daerah Menuju Nasional
Meskipun namanya masih membawa identitas daerah (Java, Sumatra, Celebes), namun tujuan mereka mulai serupa, yaitu memajukan pendidikan dan mempererat persaudaraan antar pelajar. Mereka mulai sadar bahwa meski berasal dari pulau yang berbeda, mereka memiliki musuh yang sama, yaitu penjajahan.
Referensi Sumber (Wikipedia)
Untuk eksplorasi lebih dalam mengenai detail masing-masing organisasi tersebut, silakan akses tautan berikut:
Refleksi dan Evaluasi
Tiara, coba renungkan perkembangan organisasi pemuda tersebut melalui pertanyaan di bawah ini:
- Apa yang dimaksud dengan semboyan Sakti, Boedi, dan Bakti dalam organisasi Tri Koro Dharmo?
- Mengapa pada awalnya para pemuda membentuk organisasi berdasarkan daerah asal, bukan langsung membentuk satu organisasi Indonesia?
- Coba sebutkan satu organisasi kepemudaan yang ada di lingkunganmu saat ini (misalnya Karang Taruna atau OSIS). Apa persamaan tujuannya dengan organisasi pemuda di tahun 1915?
Komentar
Posting Komentar