PPKN Kelas 8 Semester 2 Pertemuan 3 Tokoh Tokoh Pergerakan Nasional
Pertemuan 3: Mengenal Tokoh-Tokoh Penggerak Kebangkitan Nasional
Selamat hari ini, Tiara!
Setelah kita mempelajari organisasi Boedi Oetomo minggu lalu, hari ini kita akan berkenalan lebih dekat dengan para pemikir dan pejuang di balik layar. Mereka adalah individu-individu yang berani bermimpi tentang Indonesia merdeka saat orang lain masih merasa hal itu mustahil.
Informasi Kurikulum
- Capaian Pembelajaran (CP): Peserta didik mampu menganalisis sejarah kelahiran bangsa Indonesia yang bersumber dari nilai-nilai Pancasila dan semangat kebangsaan.
- Tujuan Pembelajaran (TP): Mengidentifikasi tokoh-tokoh penting dalam masa Kebangkitan Nasional serta peran dan pemikiran mereka bagi kemerdekaan.
- Alur Tujuan Pembelajaran (ATP): Menelaah biografi singkat tokoh pergerakan, membedakan corak perjuangan antar tokoh, dan mengambil teladan dari integritas mereka.
- Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP): Siswa mampu menyebutkan minimal tiga tokoh pergerakan nasional beserta organisasi yang dipimpinnya dan menjelaskan satu nilai keteladanan dari tokoh tersebut.
Bagian Landasan
Landasan nilai hari ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. Tokoh-tokoh yang kita pelajari hari ini sebagian besar telah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional atas jasa luar biasa mereka bagi nusa dan bangsa.
Salah satu kalimat yang menguatkan landasan perjuangan tokoh-tokoh ini adalah: Penjara tidak akan membuatku berhenti berjuang, karena pikiranku tetap merdeka meski tubuhku terkurung.
Materi Utama: Para Arsitek Kemerdekaan
Pergerakan nasional tidak hanya dijalankan oleh satu kelompok. Ada berbagai corak perjuangan yang dipimpin oleh tokoh-tokoh hebat berikut ini:
1. H.O.S. Tjokroaminoto (Sarekat Islam)
Beliau dijuluki sebagai Guru Bangsa karena dari rumah beliaulah lahir banyak tokoh besar seperti Soekarno. Tjokroaminoto mengubah Sarekat Dagang Islam menjadi Sarekat Islam (SI). Di bawah kepemimpinannya, SI menjadi organisasi massa terbesar yang melibatkan rakyat jelata, bukan hanya kaum terpelajar.
2. Dr. Douwes Dekker, Dr. Tjipto Mangoenkoesoemo, dan Suwardi Suryaningrat (Tiga Serangkai)
Mereka mendirikan Indische Partij (IP) pada tahun 1912. IP adalah organisasi politik pertama yang secara tegas menuntut kemerdekaan Indonesia. Mereka berani mengkritik pemerintah Belanda melalui tulisan-tulisan tajam di surat kabar. Salah satu tulisan yang paling terkenal adalah Seandainya Aku Seorang Belanda karya Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara).
3. K.H. Ahmad Dahlan dan K.H. Hasyim Asy'ari
Kebangkitan nasional juga diperkuat melalui jalur keagamaan dan sosial. K.H. Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah (1912) untuk memodernisasi pendidikan Islam, sedangkan K.H. Hasyim Asy'ari mendirikan Nahdlatul Ulama (1926) untuk menjaga tradisi keislaman dan nasionalisme.
4. R.A. Kartini dan Dewi Sartika
Kebangkitan nasional tidak lengkap tanpa peran kaum perempuan. Mereka berjuang agar perempuan Indonesia mendapatkan hak pendidikan yang sama dengan laki-laki. Mereka menyadari bahwa bangsa yang maju dimulai dari ibu yang berpendidikan.
Referensi Sumber (Wikipedia)
Untuk membaca detail biografi dan perjalanan hidup mereka, Tiara bisa mengakses link Wikipedia yang stabil berikut ini:
Refleksi dan Evaluasi
Setelah mengenal tokoh-tokoh di atas, mari kita jawab pertanyaan berikut untuk memperdalam pemahaman kita:
- Mengapa H.O.S. Tjokroaminoto disebut sebagai Guru Bangsa? Apa yang bisa kita teladani dari peran beliau?
- Apa perbedaan utama antara cara berjuang organisasi Indische Partij dibandingkan dengan organisasi-organisasi sebelumnya?
- Dari semua tokoh yang disebutkan di atas, siapa yang paling menginspirasimu, Tiara? Sebutkan satu alasan yang berhubungan dengan semangat belajarmu saat ini.
Komentar
Posting Komentar