Bahasa Indonesia Kelas 8 Semester 2 Pertemuan 3 - Seni Menilai Karya: Mengenal Struktur Resensi
Bahasa Indonesia Kelas 8 Semester 2 Pertemuan 3: Seni Menilai Karya: Mengenal Struktur Resensi
Salam Pembuka
Selamat hari ini, Tiara!
Setelah dua pertemuan lalu kita belajar menikmati dan membedah isi cerita, hari ini kita akan berlatih menjadi seorang pengulas karya. Kita tidak hanya mendengarkan, tapi juga memberikan penilaian. Mari kita mulai!
Informasi Kurikulum
- Tujuan Pembelajaran (TP): Siswa mampu memahami struktur teks ulasan atau resensi karya fiksi.
- Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP): Siswa dapat mengidentifikasi bagian-bagian resensi berdasarkan contoh cerita yang disajikan.
Materi Utama: Struktur Teks Resensi
Resensi memiliki struktur yang tetap agar pembaca ulasanmu tidak bingung. Strukturnya adalah: Identitas, Orientasi, Sinopsis, Analisis, dan Evaluasi.
1. Simak Cerita Singkat Berikut
Sebelum kita melihat contoh resensinya, mari kita simak (atau baca melalui screen reader) cerita pendek di bawah ini:
Judul: Langkah di Atas Daun Kering
Karya: Nurul Fahmi
Cerita ini mengisahkan tentang kakek tua bernama Pak Haris yang setiap pagi berjalan di hutan pinus belakang rumahnya. Meskipun penglihatannya sudah memudar, ia hafal setiap bunyi gesekan daun kering di bawah kakinya. Suatu hari, bunyi itu berhenti. Ternyata, ada seekor burung kecil yang sayapnya tersangkut di semak berduri. Dengan ketajaman pendengaran dan kelembutan tangannya, Pak Haris menolong burung itu. Cerita diakhiri dengan kicauan merdu burung tersebut yang seolah mengucapkan terima kasih.
2. Contoh Resensi Berdasarkan Cerita Tersebut
Berikut adalah cara kita meresensi cerita "Langkah di Atas Daun Kering" sesuai strukturnya:
- Identitas: Judulnya adalah Langkah di Atas Daun Kering, karya Nurul Fahmi.
- Orientasi: Cerita ini adalah karya inspiratif yang sangat ramah bagi pendengaran karena kaya akan deskripsi bunyi.
- Sinopsis: Cerita tentang Pak Haris, seorang lansia dengan keterbatasan penglihatan, yang berhasil menyelamatkan burung berkat kepekaan indra pendengarannya di tengah hutan pinus.
- Analisis: Tokoh Pak Haris digambarkan sebagai sosok yang mandiri dan penyayang. Latar hutan pinus dijelaskan melalui bunyi gesekan daun, bukan melalui warna-warni pohon.
- Evaluasi: Kelebihan: Penulis sangat cerdas dalam menggambarkan suasana melalui suara, sehingga kita yang mendengarkan bisa ikut merasakan suasana hutan. Kekurangan: Ceritanya terasa sangat singkat, sehingga kita tidak mengetahui lebih jauh mengapa Pak Haris tinggal sendirian di dekat hutan.
Referensi Tambahan
Refleksi dan Evaluasi
Berdasarkan contoh resensi di atas, jawablah pertanyaan berikut:
- Pada bagian Evaluasi, ulasan di atas menyebutkan kelebihan cerita ada pada deskripsi suara. Menurutmu, mengapa deskripsi suara sangat penting dalam sebuah cerita?
- Jika kamu adalah Pak Haris, suara apa lagi yang kira-kira bisa kamu dengar di hutan tersebut selain daun kering?
- Apakah bagian Sinopsis di atas sudah menceritakan akhir ceritanya? Mengapa kita tidak boleh menceritakan akhir cerita terlalu detail dalam sebuah resensi?
Komentar
Posting Komentar